Litelenjel's Stories

bercerita tentang rasa yang ada

tak terucap, bukan berarti tak dirasa..

Karena kita punya hati. Tempat bebas untuk menduga, berprasangka, berpendapat, merasa, dan memelihara mimpi. Wilayah abu-abu dari semua penilaian benar salah. Teritorial paling aman lagi pribadi. Kotak pandora penuh misteri, berisi hasrat dan rahasia terdalam.

Dan inilah kisah cerita hatiku. Isi benak dan pikiranku. Tentang aku, kamu, dan sekitar.

#AkuBelajar Tulus

Ternyata bukan hatinya yang buta..

Ketulusan tidaklah dapat dipahami oleh mereka yang selalu perhitungan.

Mereka tak mengerti apa itu rasa tulus. Yang mereka kenal hanyalah untung dan rugi..

Wajar jika tak tau diri.. Tak punya hati..

Wajar jika segalanya selalu dibandingkan dengan nominal mata uang..

Ketulusan hati memang tak bisa dilihat dan dihargai, oleh mereka yang selalu modus..

Mereka yang selalu punya rencana dan agenda lain dalam tindakannya.

#SingWithMe Tutur Batin

I am enough!

Langit malam di bulan Oktober, terima kasih telah mengobati segala lelah..

Tutur batinku memang tak pernah salah..

Mengenang Duka

Dingin malam yang pekat, membawa ingatan tentangmu. Tak ada senyum, tanpa air mata. Hanya ada amarah.

Potongan adegan dari kotak memori.. Satu-satu yang tersisa, melintas tak punya arti. Hanya ada kecewa.

Malam ini aku lepaskan semua dendam dan sakit di hati. Aku tak butuh rasa ini lagi. Selesai sudah.

Wahai duka, terima kasih.. Aku belajar.

Pergilah, manusia munafik. Sang maestro manipulatif. Ahlinya pemahat luka abadi.

Toxic dalam penggalan kisah hidupku, pergilah yang jauh..

Semoga kita tak akan pernah bertemu lagi. Di dunia, maupun di kehidupan setelah ini.

Sewindu

Yang dulu menggebu, kini jadi debu.

Tak ada lagi tutur lugu, yang ada hanya ingatan pengundang pilu.

Sewindu yang semu. Ditutup dengan luka dan sendu.

Memang sepatu tak akan mungkin bersatu. Aku pun sangat tau itu.

Tapi.. Tak bisa kah hanya berlalu?

Mengapa sih, pakai menipu? Mengapa harus melukiskan biru?

Dendam apa yang kau buru?

Jangan Lagi

Titik air langit mulai membasahi bumi. Menemani hati yang sendiri.

Lamunan membawa yang tersisa menjadi nelangsa. Hati ini belum utuh. Dia belum sembuh.

Jangan datang lagi jika akhirnya akan meninggalkan luka. Kali nanti, ku tak yakin dapat pulih kembali.

The Other Me

Konon katanya, tak kenal maka tak kan sayang. Mari kita berkenalan dan melihat sisi lain dari aku, lebih dekat lagi..

Keep in touch!