Select Page

Mengenang Duka

Dingin malam yang pekat, membawa ingatan tentangmu. Tak ada senyum, tanpa air mata. Hanya ada amarah. Potongan adegan dari kotak memori.. Satu-satu yang tersisa, melintas tak punya arti. Hanya ada kecewa. Malam ini aku lepaskan semua dendam dan sakit di hati. Aku tak...

Sewindu

Yang dulu menggebu, kini jadi debu. Tak ada lagi tutur lugu, yang ada hanya ingatan pengundang pilu. Sewindu yang semu. Ditutup dengan luka dan sendu. Memang sepatu tak akan mungkin bersatu. Aku pun sangat tau itu. Tapi.. Tak bisa kah hanya berlalu? Mengapa sih, pakai...

Jangan Lagi

Titik air langit mulai membasahi bumi. Menemani hati yang sendiri. Lamunan membawa yang tersisa menjadi nelangsa. Hati ini belum utuh. Dia belum sembuh. Jangan datang lagi jika akhirnya akan meninggalkan luka. Kali nanti, ku tak yakin dapat pulih...

What’s next?

Hey munafik, apa kabarnya? Hari ini aku tau, ada banyak hal untuk disyukuri. Termasuk kepergianmu. Tuhanku telah menyelamatkan aku dari pecundang benalu sepertimu. Tak ada ucapan yang lebih baik, selain kata syukur. Kalimat pujian untuk penciptaku, yang telah...

Duhai Luka, Lekaslah Sembuh

Tak pernah terbayangkan, manusia paling dicinta akan menghadiahkan luka. Kotak memori sekarang berisi duri tajam. Hanya ada sakit, pedih, dan air mata di sana. Satu purnama telah berlalu. Luka ini masih belum sembuh juga. Mengapa harus menipu? Mengapa harus berbohong?...